Hazardous Area

Area berbahaya atau hazardous area didefinisikan sebagai lokasi di mana atmosfernya mengandung, atau mungkin mengandung gas, debu, atau uap yang dalam jumlah yang cukup menjadi sangat mudah terbakar atau meledak. Dalam atmosfer seperti itu, kebakaran atau ledakan dapat terjadi jika tiga kondisi dasar terpenuhi.

Apa itu Klasifikasi Daerah Berbahaya?

Klasifikasi area bahaya atau hazardous area classification (HAC) adalah proses klasifikasi area di mana bahaya gas atau uap atau kabut yang mudah terbakar dapat muncul. Hasilnya kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk mendukung pemilihan dan pemasangan peralatan yang tepat untuk digunakan di area berbahaya.
Menurut The Petroleum Rules, 1976. Suatu Area dianggap Hazardous Area, bila:
  • Terdapat hidrokarbon dengan flash point < 650C, atau terdapat konsentrasi inflammable uap atau gas pada konsentrasi yang bisa terjadi pembakaran.
  • Pengolahan, penyimpanan, dan pencampuran Hidrokarbon atau inflammable uap atau gas dengan temperatur sama atau diatas temperatur flash point –nya.

Tujuan Klasifikasi Hazardous Area?

Tujuan pembuatan klasifikasi lokasi berbahaya atau hazardous area classification (HAC) antara lain:
  • Untuk aanalisis dan klasifikasi lingkungan berdasarkan tingkat bahaya
  • Tujuan akhir dari klasifikasi tersebut terkait pemilihan dan instalasi peralatan elektrik yang sesuai dengan klasifikasi bahaya yang dimaksud
  • Agar pengoperasian peralatan listrik dan sejenisnya dapat dilakukan dengan aman

Kelompok bahan Apa saja yang dikategorikan untuk Klasifikasi Area Berbahaya?

Penunjukan kelompok digunakan untuk membagi kelas secara selektif ke dalam kategori material berdasarkan karakteristik pembakaran yang relatif sama. Kelompok dirancang dengan huruf A hingga G. Kelompok A hingga D adalah Kelompok untuk Kelas I, dan E hingga G adalah Kelompok untuk material Kelas II.


Kelompok                                        
Bahan Berbahaya di Atmosfer Sekitar
Grup A Asetilen
Grup B Hidrogen, bahan bakar dan gas proses yang mudah terbakar yang mengandung lebih dari 30% hidrogen berdasarkan volume atau gas dengan bahaya yang setara seperti butadiena, etilen oksida, propilena oksida, dan akrolein.
Grup C Etil eter dan etilena atau gas dengan bahaya yang setara.
Grup D Bensin, aseton, amonia, benzena, butana, siklopropana, etanol, heksana, metanol, metana, gas alam, nafta, propana atau gas dengan bahaya yang setara.
Grup E Debu konduktif logam, termasuk aluminium, magnesium dan paduan komersialnya atau debu mudah terbakar lainnya yang ukuran partikel, sifat abrasifnya, dan konduktivitasnya menimbulkan bahaya serupa sehubungan dengan peralatan listrik.
Grup F Debu karbon, debu hitam arang, debu arang, debu batu bara atau kokas yang memiliki lebih dari 8% total zat volatil yang terperangkap atau debu yang telah disensitisasi oleh material lain, sehingga menimbulkan bahaya ledakan.
Grup G  Tepung, gula, pati, biji-bijian, kayu, dan debu plastik serta bahan kimia

Standar Klasifikasi Area Berbahaya?


Secara umum, ada 2 sistem pembagian klasifikasi Hazardous Area yang digunakan, yaitu Divisi(digunakan di Amerika Utara) dan Zone System (digunakan di Canada dan United States)., yang akan diuraikan sebagaimana berikut:

1. Divisi (digunakan di Amerika Utara)

Standar Eropa mengklasifikasi daerah berbahaya (hazardous area) mengacu pada International Electrotechnical Commission IEC 60079 tentang Explosive Atmospheres. Klasifikasi area berbahaya didasarkan pada zone dan groups. Sehingga seringkali standar Eropa ini disebut dengan Zone System. Sistem ini bukan hanya diterapkan di Eropa namun juga di banyak negara di luar Amerika Utara.
  • Zones – mendefinisikan sifat umum bahan berbahaya – jika berupa gas atau debu, dan kemungkinan bahan berbahaya di atmosfer sekitarnya;
  • Groups – menentukan jenis bahan berbahaya dan (sebagian) lokasi atmosfer sekitarnya;
Zona didasarkan pada ketentuan International Electrotechnical Commission (IEC) and the European Committee for Electrotechnical Standardization (CENELEC) standards.

2. Standar Amerika Utara; 3 Class dan 2 Divisi (NFPA/API/NFPA 70E atau NEC)

Standar Amerika Utara (North America) mengklasifikasi lokasi berbahaya (hazardous location) mengacu pada Article 500 National Electrical Code (NEC). 
Pembagian Class berdasarkan jenis bahaya dan karakteristik explosive material, sedangkan Divisi didasarkan atas tingkat kemungkinan risiko kebakaran atau peledakan dimana material tersebut berada.


Class I : Uap atau Gas
Division 1 : Uap dan gas biasanya ada dan atau mungkin ada kapanpun pada konsentrasi yang cukup untuk membuat ledakan (explosion hazard).
Division 2 : Uap dan gas tidak biasanya ada kecuali terdapat kebocoran pada kontainer seperti pipa atau vessel, pada konsentrasi yang berpotensial menyebabkan keadaan bahaya.
Group A, B, C, D : Grup udara atmosfir (uap dan gas) yang dikategorikan berdasarkan suhu pembakaran (ignition) dan atau Volatility. “A” adalah area paling berbahaya.

Komentar